HUT RI ke-81, Ketua DPRD OKI Dorong Eksekutif-Legislatif Kompak Wujudkan Pemerataan Pembangunan

Berita, OKI Mandira37 Dilihat

PARAMESWARA.NET, OKI – Ketua DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Farid Hadi Sasongko, A.Md.Gz. menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara eksekutif, legislatif dan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten OKI.

Pesan tersebut disampaikan Farid saat memimpin Rapat Paripurna DPRD OKI ke-19 Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026).

Rapat paripurna tersebut digelar dengan agenda utama mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati OKI, pimpinan dan anggota DPRD OKI, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI, organisasi wanita, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, insan pers, LSM serta tamu undangan lainnya.

Dalam pembukaannya, Farid menyampaikan bahwa rapat paripurna tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan.

“Rapat Paripurna DPRD Kabupaten OKI yang ke-19 Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026, dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 tahun 2026, pada hari ini Jumat, 14 Agustus 2026, dengan resmi saya buka dan terbuka untuk umum,” ujar Farid.

Menurut Farid, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut dinilai penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengatakan, tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, mencerminkan tekad bangsa Indonesia untuk memperkuat kemandirian, mewujudkan keadilan sosial dan meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Berdaulat berarti menunjukkan kemandirian bangsa dalam membuka masa depan. Adil berarti mengedepankan kesetaraan dan pemerataan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sedangkan makmur berarti mewujudkan tingkat kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Farid menegaskan, semangat tersebut juga harus diterjemahkan dalam pembangunan di tingkat daerah. Menurutnya, pemerataan pembangunan membutuhkan kerja bersama dan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD serta masyarakat.

“Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini harus menjadi pendorong utama untuk memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif serta seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan pembangunan yang merata di Bumi Bende Seguguk,” ujarnya.

Ia berharap hubungan sinergis antara eksekutif dan legislatif dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan di Kabupaten OKI dapat berjalan secara optimal dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Farid juga berharap momentum peringatan kemerdekaan dapat semakin memperkuat tekad bersama untuk menjadikan Kabupaten OKI sebagai daerah yang maju, mandiri dan sejahtera.

Mendengarkan pidato Presiden RI Prabowo Subianto

Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden

Usai pembukaan, seluruh peserta rapat mengikuti secara langsung pidato kenegaraan Presiden RI dari Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta.

Dalam tayangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampak memasuki Gedung MPR/DPR RI.

Agenda diawali dengan pidato Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Dalam pidatonya, Ahmad Muzani mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga dan mempertahankan semangat kemerdekaan.

Pidato kemudian dilanjutkan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Ia mengapresiasi berbagai program pemerintah yang telah diluncurkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menegaskan peran DPD sebagai jembatan antara kepentingan daerah dan kebijakan pemerintah pusat.

Selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan. Presiden memaparkan berbagai kebijakan transformatif yang telah dilakukan pemerintah sekaligus kondisi perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global.

“Kemerdekaan bukan apa yang diproklamasikan, tapi kemerdekaan adalah apa yang sudah kita rasakan,” kata Prabowo.

Presiden juga menyampaikan sejumlah indikator perekonomian nasional. Ia mengatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap aman di tengah gejolak ekonomi global.

Menurut data yang disampaikan Presiden, realisasi investasi Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan mampu membuka sekitar 2,7 juta lapangan kerja baru.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun dan membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.

“Ekonomi kita pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh 5,61 persen. Ini adalah pertumbuhan tertinggi kuartal pertama dalam 13 tahun terakhir. Kemudian ekonomi kita pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45 persen. Ini adalah pertumbuhan tertinggi semester pertama dalam 13 tahun terakhir,” tegas Prabowo.

Rapat paripurna istimewa DPRD OKI tersebut berlangsung sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bagi DPRD OKI, momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga sinergi antarlembaga dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan pembangunan di Bumi Bende Seguguk berjalan secara merata dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.