PARAMESWARA.NET, OKI — Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Alek Trisuyatno, melaksanakan kegiatan reses Tahun 2026 di Desa Kebon Cabe, Kecamatan Cengal, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi dan keluhan terkait kebutuhan dasar pembangunan di wilayah mereka.
Reses yang digelar di tengah permukiman warga itu dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, kaum ibu, pemuda, hingga anak-anak. Dengan suasana sederhana namun penuh keakraban, Alek Trisuyatno berdialog langsung dan mendengarkan satu per satu aspirasi yang disampaikan warga Kebon Cabe.
Dalam pertemuan tersebut, aspirasi utama yang mengemuka adalah persoalan infrastruktur jalan dan Perumahan Guru SD di Desa Kebon Cabe yang hingga kini masih menjadi kendala serius bagi aktivitas masyarakat. Warga menilai kondisi jalan sekarang masih memprihatinkan dan membutuhkan perhatian segera dari pemerintah daerah.
“Jalan dan jembatan ini urat nadi kehidupan kami. Kalau rusak atau sulit dilalui, semua aktivitas warga terganggu, mulai dari ekonomi, pendidikan, sampai pelayanan kesehatan,” ungkap salah satu warga dalam sesi dialog.
Secara khusus, masyarakat Kebon Cabe mengajukan permohonan pembangunan jalan dan perumahan guru SD.
Akses tersebut dinilai sangat vital, terutama saat kondisi musim hujan, di mana jalur darat sulit dilalui dan berisiko bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
Selain itu, warga juga meminta adanya pembangunan, peningkatan, serta rehabilitasi jalan desa yang saat ini banyak mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dinilai menghambat distribusi hasil pertanian dan perikanan, yang merupakan sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Alek Trisuyatno menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh usulan warga agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan momentum penting untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Apa yang disampaikan hari ini adalah kebutuhan nyata masyarakat. Infrastruktur jalan, fasilitas perumahan guru SD adalah hal mendasar. Semua aspirasi ini akan saya catat dan perjuangkan melalui pembahasan di DPRD serta disampaikan kepada pemerintah daerah,” tegas Alek.
Ia juga menjelaskan bahwa hasil reses akan dituangkan dalam laporan resmi dan menjadi bahan dalam pembahasan program kerja serta penganggaran pemerintah daerah.
Menurutnya, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat diperlukan agar pembangunan dapat tepat sasaran dan berkelanjutan.
Alek Trisuyatno menambahkan, Kecamatan Cengal, khususnya Desa Kebon Cabe, memiliki tantangan geografis yang memerlukan pendekatan pembangunan khusus.
Oleh karena itu, ia berharap aspirasi masyarakat tidak hanya berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program konkret.
“Pembangunan harus berkeadilan. Wilayah-wilayah yang aksesnya sulit justru harus mendapatkan perhatian lebih. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan politik kami sebagai wakil rakyat,” ujarnya.
Kegiatan reses tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada warga serta sesi foto bersama. Masyarakat berharap kunjungan kerja ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi menjadi titik awal percepatan pembangunan infrastruktur di Desa Kebon Cabe.
Melalui reses Tahun 2026 ini, Alek Trisuyatno kembali menegaskan peran DPRD sebagai jembatan aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah, sekaligus memperkuat komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat di Kabupaten Ogan Komering Ilir.













