Satgas Karhutla Sumsel Perkuat Operasi Udara, 14 Helikopter Dikerahkan

Berita, OKI Mandira436 Dilihat

PARAMESWARA.NET, OKI – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus diperkuat melalui kolaborasi Satgas Penanggulangan Karhutla, TNI Angkatan Udara (AU), pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai unsur terkait.

Sebanyak sekitar 12.285 personel gabungan dikerahkan dalam Satgas Karhutla Sumsel untuk mendukung operasi penanganan karhutla, baik melalui operasi darat maupun udara.

Dari sektor udara, TNI AU melalui Lanud Sri Mulyono Herlambang mengoperasikan sekitar delapan helikopter untuk patroli dan water bombing. Sementara APP Group turut mendukung operasi dengan enam helikopter water bombing.

Komandan Lanud (Danlanud) Sri Mulyono Herlambang Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya mengatakan, operasi penanggulangan karhutla telah berlangsung sejak ditetapkannya status siaga darurat di Sumsel.

Menurutnya, Satgas udara berada dalam koordinasi Satgas Operasi yang dipimpin Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud.

“Alhamdulillah, keberadaan water bombing di Sumsel cukup, terutama untuk menyirami lahan yang terbakar di lokasi yang jauh di dalam dan tidak bisa ditembus oleh satgas darat. Apalagi jika lokasi kebakaran jauh dari sumber air, penanganannya tentu lebih sulit melalui jalur darat,” ujar Asep, Jumat (25/9/2026).

Ia menjelaskan, dukungan enam helikopter water bombing dari APP Group turut memperkuat kemampuan Satgas dalam merespons titik-titik karhutla yang membutuhkan penanganan dari udara.

Setiap pengerahan helikopter water bombing, kata Asep, dilakukan melalui koordinasi dengan Satgas sehingga pergerakan armada dapat dipantau.

“Setiap akan memberangkatkan helikopter water bombing, pihak APP Group selalu berkoordinasi dan melaporkan kepada kami sehingga pergerakannya bisa dimonitor. Bantuan ini sangat membantu karena menambah armada satgas di udara,” katanya.

Operasi water bombing tidak hanya diarahkan langsung ke titik api. Pembasahan juga dilakukan pada area di sekitar lokasi kebakaran sebagai bagian dari upaya menghambat penjalaran api.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu melindungi permukiman masyarakat, perkebunan warga, kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, serta wilayah lain yang berpotensi terdampak.

Untuk mendukung efektivitas operasi udara, Satgas Karhutla juga melakukan pemetaan terhadap sumber-sumber air yang dapat digunakan helikopter, mulai dari sungai, danau, kanal hingga embung.

Asep mengatakan pemetaan sumber air tersebut turut dilakukan ketika pihaknya melaksanakan patroli udara bersama Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Bupati OKI.

Dalam pemantauan tersebut, tim menemukan kanal di salah satu areal konsesi APP Group yang dinilai berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air untuk operasi water bombing.

“Kita melihat ada parit di antara lahan tanaman yang bisa menjadi sumber air untuk heli water bombing. Kita meminta agar akses pengambilan airnya diperluas untuk memudahkan penggunaan Bambi Bucket, dan respons APP Group sangat baik. Dengan demikian, kita bisa menambah sumber air untuk mendukung pemadaman karhutla,” jelasnya.

Selain dukungan armada udara, APP Group juga memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung operasi darat, antara lain pompa air, sambunesia, serta sejumlah perlengkapan pemadaman lainnya.

Asep menyebut dukungan tersebut juga mencakup upaya pengendalian karhutla di sekitar wilayah konsesi dengan radius hingga lima kilometer dari batas konsesi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sejak awal, APP Group telah turut membantu penanganan karhutla, termasuk di wilayah sekitar konsesi. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pengendalian karhutla hingga radius 5 kilometer dari batas konsesi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Di sisi lain, penanganan karhutla Sumsel juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Hingga September 2026, OMC telah dilaksanakan dalam beberapa tahap dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta ketersediaan awan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian.

Menurut Asep, OMC telah dilakukan sejak periode awal musim kemarau dan kembali diintensifkan ketika kondisi awan memungkinkan.

Dalam beberapa hari terakhir, operasi tersebut turut mendukung terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.

Penanganan karhutla dilakukan melalui kombinasi operasi darat, water bombing, patroli udara, OMC serta edukasi kepada masyarakat.

Satgas juga mengerahkan tim penyuluh ke sejumlah kabupaten untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan kebakaran serta larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat respons terhadap karhutla sekaligus menekan risiko meluasnya kebakaran di tengah kondisi musim kering di Sumsel. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *