Akses Jamaah Masjid Al Furqon Rusak, Warga Minta Bupati OKI Turun Tangan

Berita, OKI Mandira252 Dilihat

PARAMESWARA.NET, OKI – Kondisi jalan di samping Masjid Al Furqon, Kelurahan Jua Jua, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menjadi perhatian warga. Jalan yang menjadi akses masyarakat tersebut kini dalam kondisi tidak rata dan di sejumlah bagian terdapat kerusakan yang dinilai dapat membahayakan pengguna jalan.

Kondisi tersebut semakin dikeluhkan karena akses jalan berada tepat di samping masjid dan setiap hari digunakan warga untuk beraktivitas, termasuk jamaah yang datang untuk menunaikan ibadah.

Bagi sebagian warga, terutama orang tua dan ibu-ibu yang rutin melaksanakan salat berjamaah, kondisi jalan yang tidak rata membuat mereka harus lebih berhati-hati saat melintas.

Terlebih ketika hujan turun. Bagian jalan yang berlubang dan tidak rata berpotensi tergenang air sehingga kondisi permukaan jalan menjadi sulit terlihat.

Sejumlah warga mengaku pernah tersandung ketika melewati jalan tersebut. Bahkan, beberapa pengguna jalan disebut nyaris terjatuh akibat kondisi badan jalan yang bergelombang.

“Sudah beberapa kali pengguna jalan hampir jatuh. Ini tepat di samping Masjid Al Furqon,” ujar salah seorang warga sekitar, Senin (14/9/2026).

Menurut warga, persoalan tersebut sebenarnya terlihat sederhana. Namun, bagi jamaah yang setiap hari berjalan menuju masjid, jalan yang tidak layak dapat menjadi persoalan serius.

Saat waktu Magrib hingga Isya, misalnya, warga mulai berdatangan menuju masjid.

Setelah selesai melaksanakan salat, sebagian jamaah memilih lebih berhati-hati atau bahkan memutar melalui akses lain karena khawatir tersandung ketika melewati jalan tersebut.

Di tengah aktivitas warga menuju rumah ibadah, harapan mereka pun sederhana: jalan tersebut dapat segera diperbaiki agar tidak menjadi sumber kekhawatiran setiap kali melintas.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten OKI dapat melihat langsung kondisi jalan tersebut dan memberikan penanganan sesuai kewenangan dan kebutuhan di lapangan.

Masyarakat juga berharap persoalan ini tidak harus menunggu sampai terjadi kecelakaan atau ada jamaah yang mengalami cedera baru kemudian mendapat perhatian.

“Kalau jalan ini memang belum bisa dibangun oleh pemerintah daerah, kami masyarakat berharap Bupati OKI Muchendi Mahzareki merespons keluhan ibu-ibu yang setiap hari turun ke masjid untuk salat bersama,” ungkap warga.

Warga menilai, perbaikan tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk pembangunan besar. Penanganan terhadap bagian jalan yang rusak dan tidak rata setidaknya dapat dilakukan terlebih dahulu agar akses tersebut lebih aman untuk dilalui.

Bagi jamaah Masjid Al Furqon, jalan tersebut bukan sekadar jalur penghubung antarpermukiman. Setiap hari, jalan itu menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju tempat ibadah.

Karena itu, warga berharap perhatian pemerintah dapat segera hadir sebelum kondisi jalan semakin parah dan menimbulkan korban.

“Kami hanya berharap jalan ini diperbaiki supaya warga, terutama orang tua dan ibu-ibu yang ke masjid, bisa lewat dengan aman,” harap warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *